Sabtu, 27 Januari 2018

Tips Cara Mengoptimalkan Whatsapp untuk Bisnis

Bagaimana sih cara memaksimalkan Whatsapp menjadi media promosi kita?? Emang ada ilmunya ya?? Ya ada laaah… Mau tau? Yuk disimak paparan saya berikut ini... Berikut ini adalah 7 cara mengoptimalkan Whatsapp untuk meningkatkan penjualan. 1. Cepat perbanyak kontak & dapatkan kontak tertarget. 2. Optimalkan Profil di Whatsapp. 3. Menggali kebutuhan. 4. Lanjut, Cek Produk. 5. Cek penawaran Anda. 6. Cek Target market Anda. 7. After Sales Bagaimana Cara detailnya?? Yuk di simak dan dipraktekkan yah.

1. Cepat perbanyak kontak dan dapatkan kontak tertarget

Manfaatkan berbagai momen dan kegiatan offline dan online untuk menambah teman. Kapanpun dan di manapun, kalo bs selalu tambah teman agar makin banyak. Tapi jangan hanya save Nama & nomor HP nya, tapi usahakan juga Kota,
keterangan tentang dia (teman kita) dan emailnya. Jika memungkinkan ada alamat dan kantor/posisinya.

Bagaimana cara dapatkan kontak tertarget?
 simak obrolan dalam group, siap2 jika ada tawaran ikut group lain untuk belajar.
 simpan semua kontak yang ada di group yang kita ikuti, japri aja, SKSD gapapa. Makin akrab dengan makin banyak member… makin bagus.
 sering2 ikut kegiatan kopdar atau gathering, termasuk seminar dan training, tapi jangan hanya ikut, cari teman2 dan calon pembeli yang banyak. Ajak ngobrol dan simpan kontaknya.
 browsing dan googling, dapatkan kontak sesuai target market yang kita inginkan.


2. Optimalkan Profil Whatsapp

Gunakan foto yang ―menjual dan bikin teman2 sadar dengan produk/jasa yang kita tawarkan. Pasang nama (display name) yang menjual seperti branding kita. Misalnya, Juragan Sandal Sancu, atau ―Event Organizer #1 di BGR misalnya. Buat yang orang2 awam pahami. Jika masih muat, tambahkan nama panggilan aja. Usahakan diisi dengan kata kunci, yang orang umum / awam paham. Kenapa? karena di WA atau telegram ada fitur search yang jarang dioptimalkan orang. padahal kalo tau cara pemanfaatannya itu bisa jadi sumber harta karun lho…

3. Menggali Kebutuhan

Dalam menjual apapun anda harus menggali kebutuhan pelanggan anda. Walaupun anda menjual produk yang sangat bagus, tetap saja sulit kalau itu bukan kebutuhan calon pembeli. Misalnya, anda sedang berjualan berlian. Walaupun berlian tersebut adalah berlian berkualitas terbaik.
Tetapi, kalau calon pembeli anda tidak memerlukannya, karena prioritas calon pembeli adalah urusan perut, maka berlian anda tidak akan laku. Menggali kebutuhan pembeli sangat penting dalam menjual.
4. Lanjut, Cek Produk

Apakah produk yang dijual sudah satu, fokus dan terarah? Atau masih jual produk yang beda macam/jenis? Fokus dalam memilih produk yang dijual itu sangat penting. Karena, untuk memasarkan sebuah produk kita harus tau FAQ (hal2 yg sering ditanyakan) tentang produk tersebut seperti manfaat / fungsi, ukuran / warna, desain, fitur, rasa, harga eceran, harga reseller, cara order, cara pengiriman, dsb. Apalagi jika produknya tidak umum dan harus memberikan edukasi bagi calon pembeli.
5. Cek penawaran Anda

Apa yang sebenarnya Anda tawarkan? Produknya? Manfaatnya? Fungsinya? Atau gengsinya? Apakah penawaran Anda tersebut sudah sesuai, sudah oke?
Banyak penjual yang masih harus belajar banyak untuk membuat penawaran yang bagus dan sulit ditolak. Ya, kita memang harus pintar-pintar membuat penawaran di saat orang nyaman untuk diberikan penawaran. Sayang banget, di grup ini pun, banyak orang yang menawarkan sesuatu tapi tidak melihat sikon (situasi dan kondisi). Tiba tiba ada info, ada iklan, atau menawarkan sesuatu.
6. Cek target market Anda

Tidak semua produk cocok dibeli oleh semua orang. Jadi Anda juga harus jeli melihat Siapa sebenarnya Jodoh produk / jasa yang Anda jual. Bisa jadi, produk Anda hanya cocok dibeli oleh remaja dan ABG. Atau, produk Anda hanya banyak dibeli oleh perempuan, khususnya yang muslim. Jadi jangan terlalu repot bersusah payah menawarkan ke suami/pacarnya. Fokus ke target market yang utama. Oke, produk Anda eksklusif, dengan harga yang premium? Jangan menawarkannya ke sembarang orang / group. Apalagi strategi menawarkan produknya ‗asal‘ dan kurang elegan.
7. After Sales


Satu hal yang tidak kalah penting adalah after sales „layanan purnajual‟. Banyak orang yang merasa tugasnya sudah selesai saat calon pembeli membeli barang. Padahal jika melakukan layanan purnajual, bisa jadi pembeli itu tidak hanya membeli satu kali, tetapi, berkali-kali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Terbaik Anda, dan untuk informasi Call/Wa: 082110816840